Membangun Tradisi Nalar-Kritis Guru

12 Apr

SUDAH umum diketahui bahwa hasil uji kom petensi guru (UKG) sejak 2012 hingga 2015 bergerak stagnan sebagai pertanda rendahnya mutu guru, baik secara pedagogis maupun akademik. Meskipun di beberapa daerah ada guru yang menonjol dan berprestasi, rerata kualitas guru di Tanah Air masih menyedihkan. Belum lagi, jika hal itu diikuti dengan pengamatan langsung di tingkat sekolah melalui serangkaian pelatihan, sangat terlihat bahwa guru-guru kita kebanyakan ialah `pegawai’ sekolah yang kurang memahami filosofi dasar mengajar dan hanya melihat profesi guru sebagai pekerjaan semata.

Kondisi semacam itu tentu saja tak bisa dibiarkan jika kualitas pendidikan kita ingin bergerak maju. Kebutuhan pelatihan guru yang berpangkal pada kebutuhan dasar pengajaran berkarakter harus dilakukan melalui serangkaian strategi yang tepat, sesuai, dan aplikatif di tingkat sekolah.Ada banyak sekolah, negeri dan swasta, yang memiliki tradisi pelatihan yang membangun tradisi nalar-kritis guru melalui program pengembangan kapasitas yang siklus dan keberlanjutannya dilakukan sendiri oleh pihak sekolah.

Tiga komponen

Pelatihan guru merupakan kebutuhan dominan yang harus dilakukan sekolah, minimal sekali dalam sebulan. Materi pelatihan ditentukan berdasarkan peta evaluasi kemampuan guru yang mencakup kecakapan profesi, pedagogis, kepribadian, dan sosial yang diperoleh secara periodik melalui laporan konselor, kepala sekolah, dewan guru, dan evaluasi siswa. Data itu kemudian diolah tim pengembang kurikulum untuk menentukan desain kebutuhan pelatihan guru yang sesuai dengan peta kemampuan guru.

Ada tiga komponen utama yang sedari awal harus dipahami guru ketika akan mengajar.Pertama ialah menggali kemampuan profesi dan kepribadian guru melalui pengenalan gaya belajar siswa (learning style). Pengetahuan dan pemahaman guru terhadap gaya belajar siswa di banyak sekolah sangat memprihatinkan-untuk tidak menyebutnya sama sekali tak dipahami secara baik. Apalagi, ketika diakses melalui serangkaian tes, sangat terlihat kemampuan guru mengaplikasikan gaya belajar siswa sebagai basis membangun strategi belajar yang tepat bagi anak-anak terlihat masih sangat miskin dan kurang inovatif.

Mengenali keberbakatan anak melalui peta gaya belajar menurut saya merupakan pengetahuan dasar yang harus dipahami guru, termasuk bagaimana cara memetakan gaya belajar itu dari hari ke hari. Dalam pelatihan, keterampilan membuat instrumen kesiapan belajar siswa (assessment for learning) merupakan keharusan di meningkatkan daya nalar dan kritis guru terhadap kondisi siswa secara utuh. Pendampingan terhadap kemampuan guru ini menjadi domain wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk selalu memantau dan mengevaluasinya.

Komponen kedua yang menurut saya juga penting untuk dilatihkan secara terus-menerus ialah memetakan kemampuan gaya mengajar (teaching style) guru berdasarkan tradisi belajar yang telah diperolehnya selama di perguruan tinggi. Ada banyak guru yang paham definisi kognitif, afektif, dan psikomotorik, tapi ketika gaya mengajar ini dibenturkan dengan gaya belajar siswa, hampir semua guru merasa kesulitan karena di perguruan tinggi gaya mengajar hanya dipelajari dalam konteks pengetahuan semata tanpa ada keterkaitan dengan proses mengamati gaya belajar siswa. Dibutuhkan instrumen yang baik untuk mengajari guru agar memahami secara sekaligus antara gaya belajar dan gaya mengajar.

Saya menemukan begitu banyak guru yang mengetahui gaya kognisi, afeksi, dan psikomotorik dalam balutan rumus A1, C2, P2 dan seterusnya atau anak dengan kualitas Q1, Q2 dan Q3.

Namun, ketika digunakan dalam praktik belajar mengajar di kelas, itu sama sekali tak terlihat dampaknya terhadap siswa. Pemahaman gaya mengajar dengan cara ini malah membawa guru terperosok jauh ke tradisi nalar statis yang sangat formalistis. Selain kemampuan profesi dan kepribadian tak terasah, pengenalan gaya mengajar secara salah dan serampangan jelas akan membawa guru pada rutinitas mengajar yang sangat kaku dan miskin inovasi.

Komponen ketiga yang juga penting untuk membangun tradisi nalar kritis guru ialah mengenalkan mereka secara aplikatif teori belajar (learning theories) yang sesuai dengan gaya mengajar mereka dan gaya belajar siswa. Pada tahap ini, jika dilakukan simulasi secara kreatif melalui sebuah skema perputaran antara gaya belajar siswa, gaya mengajar guru, dan pemahaman terhadap teori belajar yang pas, dapat dipastikan kemampuan nalar kritis siswa akan meningkat. Dalam waktu yang bersamaan, hal ini jelas akan berdampak juga pada kemampuan nalar kritis siswa. Meskipun ada begitu banyak teori belajar, jika diskemakan dan dipertautkan dengan gaya belajar dan mengajar, menurut saya itu justru akan meningkatkan kemampuan instingtif guru untuk cermat dalam memilih teori belajar yang sesuai.

Mempertautkan gaya belajar, gaya mengajar, dan teori belajar dalam satu tarikan napas program pelatihan guru di tingkat sekolah jelas akan meningkatkan tradisi nalar kritis guru. Di dalam pelatih an, guru menjadi terbiasa dan familier untuk membuat mind-map ketiga komponen itu dalam rangkaian persiapan mengajar. Misalnya, ketika guru menyadari lebih banyak siswa mereka yang memiliki gaya belajar auditoris, mereka bisa bereksperimen menggunakan gaya mengajar yang mengandalkan aspek kognisi dengan pendekatan teori belajar behavioristik. Ketika dituangkan ke mind-map, terlihat ada begitu banyak inisiatif dan inovasi yang memungkinkan untuk dilakukan guru dalam proses belajar-mengajar di kelas.

Tak ada yang lebih menyenangkan selain menyaksikan para guru selalu memiliki beragam cara, strategi dan pendekatan, hingga metode dan media belajar yang juga beragam ketika mengajar di kelas. Mereka tak lagi mengandalkan rumus-rumus membuat lesson-plan atau RPP yang biasanya sangat kaku dan hanya berlaku untuk diri mereka sendiri, tetapi abai melibatkan gaya belajar siswa-siswa mereka yang sangat beragam dan dinamis.

Usma ; Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SMP Astra Agro Lestari, Kotawaringin Barat-Kalimantan Tengah

MEDIA SMP ASTRA, 12 April 2016

SMP Astra Agro Lestari Menuju Sekolah Sehat

17 Sep

Dalam beberapa hari terakhir ini, seluruh warga SMP Astra Agro Lestari terlihat sibuk sekali. Ya, dalam rangka menyongsong penilaian sekolah sehat oleh tim dari Head Office PT Astra Agro Lestari, semua warga sekolah ikut berpartisipasi membenahi sekolah tercinta ini. Mulai dari merapikan taman, penanaman pohon dan bunga,pengecatan ulang perlengkapan sekolah, pembersihan langit-langit ruangan, pembangunan Green House sekolah, dan masih banyak lagi. Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai (jam 06.30-07.00) dan sesudah pelajaran berakhir (jam 13.00-15.00).Seluruh warga sekolah terutama siswa-siswi mengikut dengan penuh semangat. Semua ini agar SMP Astra Agro Lestari dapat memperoleh predikat “Hijau” atau bahkan “Gold (Emas)” dalam penilaiannya nanti.Amiinn 33x
Go SMP Astra Agro Lestari!!!Saluutt!!!

Pembersihan Selokan sekitar sekolah

Pembersihan Selokan sekitar sekolah

Penggantian Tanah Tanaman

Penggantian Tanah Tanaman

Merapikan Taman Sekolah

Merapikan Taman Sekolah

Pembersihan Pot Tanaman

Pembersihan Pot Tanaman

Pembersihan Bekas Tempat Tower Air untuk Digunakan Sebagai Green House

Pembersihan Bekas Tempat Tower Air untuk Digunakan Sebagai Green House

Penggantian Pot Tanaman

Penggantian Pot Tanaman

3 Siswa SMP Astra Agro Lestari mengikuti Seleksi Beasiswa Sampoerna Academy di Bogor, Jawa Barat

16 Jul

Mereka adalah
1. Dewi Kurnia
2. Rita Novelia
3. M Kiki Saputra
Mereka berhak mengikuti seleksi tahap ke-2 setelah dinyatakan lolos seleksi pada tahap 1, yang meliputi prestasi akademik mereka di sekolah.
Ada banyak pengalaman yang mereka peroleh selama masa seleksi selama 2 hari (13-14 April 2013). Seperti, mendapatkan teman-teman baru dari luar negeri (luar negeri Borneo maksudnya :D) dan saling bertukar pikiran. Selain itu fasilitas dari sekolah tersebut yang sangat “Wah” dibandingkan SMA yang lain. Namun mereka juga mengeluh, karena debatnya pake bahasa Inggris (hahaha,rasain loo :D).
Namun kelelahan yang mereka alami sedikit terobati, karena malamnya diajak pak Fahmi jalan-jalan di Plaza Jambu Dua kota Bogor.Entah karena belum pernah masuk mall atau karena apa, mereka langsung tancap gas kesana kemari sampai itu Plaza udah mau tutup. Diajak pulang pun juga gak mau.Weleh weleh………
Tanggal 15 April 2013, mereka kembali lagi ke tanah Sawit masing-masing. Mungkin karena terlalu betah disana, begitu mendarat di Pangkalan Bun, mereka bilang ke pak Fahmi:”Pak, kok udah ada di sini lagi seh?Kembalikan kami ke Bogor”. Nah Loh…..lha rumah kalian ada di mana?hehehe😀
Meskipun belum ada kabar sampai sekarang terkait seleksi itu, namun tidak perlu kecewa ya anak-anak. Karena setidaknya kalian telah mendapatkan banyak pengalaman berharga dalam melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

Tetap Semangat ^__^

Gambar 1 Asrama Sampoerna Academy dari depan

Gambar 1
Asrama Sampoerna Academy dari depan

Gambar 2 Bernarsis Ria di Depan Asrama

Gambar 2
Bernarsis Ria di Depan Asrama

Gambar 3 Narsis Berjama'ah dengan Kakak-Kakak Senior

Gambar 3
Narsis Berjama’ah dengan Kakak-Kakak Senior

ROMADLON 1434 H TELAH TIBA

16 Jul

Segenap civitas akademika SMP Astra Agro LEstari PT GSIP-AMR mengucapkan

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

SEMOGA AMAL IBADAH KITA DI BULAN YANG PENUH RAHMAT INI

DITERIMA OLEH ALLAH SWT

 

Amiin amiin yaa robbal alaamiin

 

by: hidayat.fahmi@rocketmail.com

Selamat Idul Fitri ^___^

19 Agu

Mewakili keluarga besar SMP Astra Agro Lestari mengucapkan

“SELAMAT IDUL FITRI 1433 Hijriyah / 2012 Masehi.”
Taqobbalahu minna wa minkum
(semoga Allah menerima puasa kalian dan puasa kita)

Semoga ibadah ramadhan kita diterima, dosa2 diampuni, istiqomah dan dipertemukan kembali dengan ramadhan tahun depan.
Aamiin.

Semangat ramadhan sepanjang tahun, InsyaAllah.

\^o^/

ps : Berharap kegiatan tadarrus dan perbaikan bacaan Iqro’ dan Al-Qur’an dapat dilanjutkan.

AAL’s teacher movement

14 Agu

Sabtu, 11 Agustus 2012 adalah salah satu hari yang akan diingat.
Karena pada hari itu dua Guru kita berpamitan.
Lhoh?!!
Siapa yang pamitan? mau kemana?

Tenaaang, tenang.
Akan dijelaskan satu persatu.
Adalah Pak Prabowo Dwi Kurniawan yang memulai debut mendidik di SMP AAL mulai tahun 2009.
Beliau adalah perintis dan pengelola smpastra.wordpress ini.
Setelah hampir 3 tahun mengabdi, beliau memutuskan untuk hijrah (istilah Pak Suwaji) ke Yogyakarta.
Alasannya?
(Hmm, kasih tau ga yaa???! :D)
Alasannya karena beliau ingin selangkah lebih dekat dengan Istri tercinta.
(oww, so sweett,,)
@___@

Dan yang kedua adalah suhu bapak matematika SMP Astra, Pak Dodi Angga Kusuma.
Yang memulai karier sejak Januari 2010 dan dinobatkan sebagai pembimbing Olimpiade sains bidang Matematika sekaligus coach team sepakbola.
Beliau bergabung sejak Januari 2010 dan ikut menyaksikan seperti apa tingkah polah siswa yang kadang menyenangkan namun (lebih sering) menyebalkan.
x_x
Beliau move ke pulau kelahirannya, Lombok.
Alasan beliau hijrah?
Tanyakan pada rumput yang bergoyang.
Eh salah, hanya Allah dan beliau yang tau.
#lirik kiri-kanan takut diliat Pak Dod.

Well,
Sekalipun secara fisik terpisah, secara kasat mata wujud tak (lagi) nampak, secara kebiasaan tak lagi bersama namun keluarga besar SMP Astra tak akan berubah oleh apapun jua.
#lebay mode : on

Alumni, Guru yang telah berpindah tugas atau siapapun yang pernah tercatat sebagai bagian SMP Astra takkan tergantikan dan abadi sepanjang masa.
Hanya frekuensi bertatap muka saja yang berkurang.
Karena silaturahmi masih terus berjalan melalui pesan singkat, telefon, jejaring sosial, video call.
(Era hi-tech gitu looh,,)

Dan akhir kata, semoga kita semua diberi kemudahan dalam menjalani kehidupan kita masing-masing dan semoga dipertemukan di lain kesempatan dengan keadaan yang jauh lebih baik, jauh lebih sukses, aamiin.

***Foto Pak Wan dan Pak Dod nyusul (kapan-kapan) yaa..

Astra Mengajar (Episode : mengenal lebih dekat konservasi)

13 Agu

Siapa sih yang tidak mengenal area konservasi PT AMR?
Yap, salah satu tempat tujuan untuk rekreasi yang berlokasi di Bravo AMR.
Sekalipun banyak orang yang tau dan pergi kesana, namun nampaknya belum banyak yang tahu apa fungsi konservasi dan komponen pengisinya.
Naah, Jum’at (10 Agustus 2012) kelas IX A dan B diajak berkunjung kesana didampingi Pak Wan, Pak Calvin, Bu kris dan Bu Fid.
Mereka diberi penjelasan oleh kakak-kakak MT (management training) mengenai latar belakang dan fungsi konservasi serta jenis flora-fauna yang dilestarikan disana.

Tahukah kamu jika di area konservasi terdapat aneka tanaman yang sudah jarang ditemui? Contohnya pohon rengas dan rotan hutan.
Juga hewan seperti Owa dan burung Rangkong badak.
Namun sayangnya ada saja tangan usil yang merusak keindahan konservasi.
Beberapa sampah bertebaran, bahkan ada juga yang menuliskan namanya di batang pohon dan papan keterangan.

Dan serunya semua siswa nampak antusias dan tertarik mengikuti semua kegiatan.
Namun sayangnya foto belum bisa di-upload, ah tapi yang penting liputannya hadir duluan yaa??

Yuk yang pernah ke konservasi, berbagi pengalaman dan komentar.

Ups,, ralat.
Ternyata ada fotonya.
😀